Dalam dunia ekspor-impor, kisah inspiratif sering kali memberi semangat bagi pelaku usaha untuk terus berjuang. Salah satu sosok yang patut dicontoh adalah Ibu Yuli Andayani, seorang trainer ekspor-impor yang telah berpengalaman lebih dari dua dekade. Ia berbagi pengalaman dan pelajaran berharga yang diperolehnya dari kariernya di perusahaan asing hingga mendirikan Madani Export Academy. Mari kita telusuri kisahnya dan pelajaran berharga yang dapat kita ambil dari perjalanan ini.
Awal Karier dan Pengalaman Internasional
Ibu Yuli memulai kariernya di perusahaan asing, di mana ia mendapatkan banyak pengalaman berharga. Gajinya yang tinggi di luar negeri, seperti saat bekerja di Malaysia, membuktikan bahwa dengan dedikasi dan kerja keras, peluang besar menanti. Di Malaysia, ia mendapatkan gaji yang setara dengan 35 juta rupiah, sementara di Indonesia ia hanya mendapatkan 5 juta rupiah. Ini adalah contoh nyata dari potensi yang bisa diraih di pasar internasional.
Selama kariernya, Ibu Yuli juga mengelola pengiriman kontainer. Satu customer yang ia tangani memiliki target pengiriman hingga 200 kontainer per bulan. Ini menunjukkan betapa besar tanggung jawab yang harus diemban dalam dunia ekspor-impor.
Pentingnya Memahami Prosedur Ekspor
Ibu Yuli menyadari bahwa banyak pelaku usaha yang terjebak dalam biaya-biaya tak terduga saat melakukan ekspor. Ia mengamati banyak orang yang bangga bisa mengekspor tetapi rugi karena tidak memahami prosedur dan biaya yang terlibat. Dalam hal ini, pemahaman mendalam tentang prosedur ekspor dan impor sangat penting untuk menghindari kerugian yang tidak perlu.
“Saya ingin memberikan ilmu ini kepada anak-anak muda atau siapapun yang memerlukan tentang bagaimana sih ekspor yang profitable,” ungkapnya. Ibu Yuli percaya bahwa pengalaman praktis lebih berharga daripada sekadar teori yang diajarkan di bangku kuliah.
Madani Export Academy: Misi untuk Meningkatkan Kemampuan Eksportir
Melihat banyaknya pelaku usaha yang membutuhkan bimbingan, Ibu Yuli mendirikan Madani Export Academy. Akademi ini bertujuan untuk membantu eksportir baru dan pelaku usaha agar dapat melakukan ekspor secara efisien. Dalam waktu dekat, Madani Export Academy akan membuka dua kelas: kelas basic dan kelas advance.
“Ilmu praktisi itu sangat perlu,” katanya. “Saya sudah berpuluh-puluh tahun membantu kegiatan ekspor perusahaan besar.” Melalui akademi ini, Ibu Yuli ingin memastikan bahwa para pelaku usaha dapat memahami berbagai aspek yang terlibat dalam kegiatan ekspor-impor, termasuk regulasi, logistik, dan budaya buyer.
Strategi Negosiasi dan Pemahaman Budaya Buyer
Salah satu aspek penting dalam ekspor-impor adalah strategi negosiasi. Ibu Yuli menekankan pentingnya memahami budaya buyer yang berbeda-beda. Dalam pengalaman kerjanya, ia menemukan bahwa cara bernegosiasi dengan buyer dari Jepang sangat berbeda dengan buyer dari India.
“Buyer Jepang tidak banyak menawar, tetapi speknya toleransinya ketat,” ujarnya. Di sisi lain, buyer dari India sering kali mencari harga serendah-rendahnya. Memahami perilaku dan budaya buyer sangat penting untuk mencapai kesepakatan yang saling menguntungkan.
Pentingnya Integritas dan Etika Bisnis
Integritas adalah prinsip yang selalu dijunjung tinggi oleh Ibu Yuli. Ia percaya bahwa etika bisnis yang baik sangat penting dalam perdagangan internasional. “Bisnis itu tidak bisa hanya berdasarkan telepon,” tegasnya. Setiap kesepakatan harus dicatat secara tertulis untuk menghindari kesalahpahaman di kemudian hari.
“Saya selalu menekankan kepada tim saya untuk bekerja dengan benar dan tepat waktu,” tambahnya. Integritas dalam pekerjaan akan membangun kepercayaan dengan klien dan mitra bisnis.
Pendidikan dan Pelatihan untuk UMKM
Ibu Yuli juga memperhatikan pentingnya pendidikan dan pelatihan bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Melalui yayasan yang didirikannya, Transformasi Madani Indonesia, ia berkomitmen untuk memberikan pelatihan dan pendampingan bagi UMKM agar lebih siap menghadapi tantangan ekspor global.
“Saya ingin membantu UMKM agar mereka tidak hanya bisa mengekspor, tetapi juga menghindari kesalahan yang sering terjadi,” ujarnya. Pelatihan yang diberikan mencakup semua aspek mulai dari prosedur ekspor, dokumentasi, hingga strategi pemasaran.
Pengalaman Menghadapi Klaim dan Masalah Logistik
Dari pengalaman bertahun-tahun, Ibu Yuli telah menghadapi berbagai masalah, termasuk klaim dari buyer dan masalah logistik. Ia menceritakan bagaimana pentingnya memiliki sistem yang baik dalam pengelolaan logistik untuk menghindari kerugian.
“Pernah ada barang yang ditolak karena tidak memenuhi spesifikasi, itu bisa mengakibatkan kerugian besar,” ungkapnya. Ia menekankan bahwa konsistensi mutu produk dan respon yang cepat terhadap permintaan klien adalah kunci untuk sukses dalam bisnis ekspor-impor.
Kesimpulan: Belajar dari Pengalaman
Kisah Ibu Yuli Andayani adalah contoh nyata bahwa dengan pengalaman, dedikasi, dan niat untuk berbagi, kita dapat membantu orang lain untuk sukses. Melalui Madani Export Academy, ia berkomitmen untuk mendidik para pelaku usaha agar lebih siap dalam menghadapi tantangan di pasar internasional.
“Setiap perjalanan saya adalah pembelajaran,” tutupnya. Dengan semangat ini, mari kita ambil inspirasi dari perjalanan Ibu Yuli dan terus belajar untuk mencapai kesuksesan dalam dunia ekspor-impor.
Untuk informasi lebih lanjut mengenai pelatihan dan program yang ditawarkan oleh Madani Export Academy, Anda dapat menghubungi mereka melalui Instagram atau WhatsApp.