Menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS) adalah impian banyak orang, termasuk Ermawanto. Namun, setelah dua kali gagal dalam tes CPNS, ia beralih ke dunia kuliner dan membangun usaha fried chicken yang kini memiliki 18 outlet. Yuk, simak perjalanan inspiratif Ermawanto dan bagaimana ia mengembangkan Yellow Chicken!
Mimpi Menjadi PNS dan Kegagalan yang Mengubah Arah
Sejak kecil, Ermawanto memiliki cita-cita untuk menjadi PNS. Namun, setelah dua kali mengikuti tes CPNS dan gagal, ia mulai merenungkan kembali apa yang sebenarnya ingin dicapainya. Kegagalan tersebut justru menjadi titik balik yang membawanya ke dunia kuliner.
Bersama keponakannya, Mas Yanto, mereka memulai usaha kuliner dengan nama Yellow Chicken. Awalnya, mereka hanya menjual fried chicken secara offline, tanpa strategi online yang kuat. Namun, penjualan mereka terus meningkat, dan Ermawanto semakin yakin bahwa usaha ini memiliki potensi besar.
Belajar Memasak dari YouTube
Ermawanto dan Mas Yanto memanfaatkan platform YouTube untuk belajar memasak. Mereka menonton berbagai video tentang cara membuat sambal, marinasi ayam, dan tepung. Proses belajar ini tidak hanya membantu mereka menciptakan resep yang enak, tetapi juga mengajarkan mereka untuk tidak mudah menyerah.
Salah satu pelajaran penting yang mereka ambil adalah pentingnya terus belajar dan beradaptasi. Dalam waktu singkat, mereka berhasil menemukan rasa yang disukai oleh pasar, dan dalam tiga bulan pertama, mereka sudah mampu menyewa tempat baru untuk usaha mereka.
Modal Awal dan Tantangan yang Dihadapi
Modal awal untuk memulai usaha ini tidak besar. Mereka menggunakan peralatan seadanya, bahkan meminjam dari mertua. Awalnya, mereka hanya memiliki satu kios di depan rumah mertua, yang sebelumnya adalah counter HP. Nama Yellow Chicken pun muncul dari kebetulan, karena warna tempat tersebut sudah kuning.
Di bulan-bulan awal, penjualan tidak langsung melonjak. Hari pertama mereka hanya mendapatkan satu pembeli. Namun, seiring waktu, mereka mulai mendapatkan pelanggan tetap dan meningkatkan menu mereka, termasuk menghadirkan variasi fried chicken yang unik.
Pandemi dan Titik Balik Usaha
Ketika pandemi melanda, banyak bisnis yang terpuruk, termasuk Yellow Chicken. Di awal pandemi, mereka mengalami penurunan penjualan yang signifikan. Namun, hal ini juga menjadi momen introspeksi bagi Ermawanto dan timnya.
Setelah dua hingga tiga bulan, penjualan mereka justru meningkat tajam. Dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat, mereka berhasil menarik kembali pelanggan dan bahkan mendapatkan omset yang lebih tinggi dibandingkan sebelum pandemi.
Strategi Penjualan Online yang Efektif
Selama pandemi, mereka berfokus pada penjualan online. Ermawanto menyadari bahwa komunikasi dengan pelanggan sangat penting, terutama di dunia digital. Mereka memaksimalkan kemasan produk sebagai bentuk komunikasi dengan pelanggan.
Dengan memperbaiki kemasan dan menjaga kualitas rasa, Yellow Chicken mampu menarik perhatian pelanggan. Bahkan, mereka berhasil mendapatkan omset yang pernah mencapai lebih dari Rp 10 juta dalam satu hari hanya dari satu aplikasi pemesanan makanan.
Inovasi Menu dan Variasi Produk
Awalnya, fokus mereka adalah pada fried chicken. Namun, seiring berjalannya waktu, mereka mengembangkan produk baru, seperti rbox (rice box) yang sangat diminati oleh pelanggan di Jakarta. Rbox menawarkan kemudahan dan kesederhanaan bagi pelanggan yang ingin menikmati makanan cepat saji.
Menu sambal juga menjadi favorit, terutama sambal matah. Meskipun ada komplain tentang sambal yang dianggap tidak sesuai harapan, sambal matah tetap menjadi salah satu produk unggulan yang paling banyak terjual.
Membangun Tim yang Solid
Ermawanto menyadari bahwa untuk menjalankan usaha yang sukses, dia perlu membangun tim yang solid. Dia menciptakan lingkungan kerja yang mendukung, di mana setiap karyawan didorong untuk belajar dan berkembang. Dia berharap agar pegawainya dapat menjadi pelaku UMKM yang mandiri di masa depan.
Konsep tanggung jawab sosial juga diterapkan, di mana Ermawanto berkomitmen untuk membantu pegawainya dalam pengembangan diri dan usaha. Jika mereka ingin membuka cabang Yellow Chicken sendiri, dia siap memberikan dukungan.
Kesimpulan: Belajar dari Kegagalan dan Terus Berinovasi
Perjalanan Ermawanto dan Yellow Chicken adalah contoh nyata bahwa kegagalan bisa menjadi awal dari kesuksesan. Dengan semangat belajar, inovasi, dan ketekunan, mereka mampu mengubah impian menjadi kenyataan. Yellow Chicken kini memiliki 18 outlet dan terus berkembang, menjadi salah satu usaha kuliner yang banyak diminati.
Ingatlah, setiap langkah kecil menuju impian Anda adalah langkah yang berharga. Teruslah belajar dan jangan pernah menyerah, karena kesuksesan bisa datang dari arah yang tak terduga.
Ikuti perjalanan Yellow Chicken di Instagram @yellowchicken.id dan pesan makanan favorit Anda melalui aplikasi seperti Shopee, Grab, atau GoFood. Jangan ragu untuk bergabung dalam komunitas kuliner yang inspiratif ini!