Pernahkah Anda berpikir untuk beralih dari dunia yang penuh tekanan ke dalam bisnis yang lebih memuaskan? Itulah yang dilakukan Hardi Setia Ramdani, seorang mantan pebisnis di bidang IT yang menemukan cintanya dalam beternak burung puyuh. Mari kita telusuri perjalanan inspiratifnya dari awal hingga kini berhasil mengelola 18.000 ekor burung puyuh.

Awal Mula Perjalanan

Hardi memulai perjalanannya di dunia peternakan setelah merasakan kebosanan dan tekanan dalam industri perangkat lunak. Meskipun telah mencoba berbagai jenis ternak seperti sapi, kambing, dan ikan, tidak satu pun usaha tersebut membuahkan hasil yang memuaskan. Namun, segalanya berubah ketika orang tuanya mulai merawat 500 ekor burung puyuh. Dari sinilah Hardi menemukan passion sejatinya.

Menemukan Cinta di Peternakan Puyuh

Hardi menginginkan sesuatu yang lebih dari sekadar pekerjaan rutin. Ketika melihat potensi di sektor peternakan, khususnya burung puyuh, ia merasa tertarik untuk terjun langsung. Dengan tekad yang kuat, ia memutuskan untuk melanjutkan usaha ini dan meninggalkan dunia IT yang telah membosankannya.

Strategi Sukses dalam Beternak Puyuh

Setelah memutuskan untuk berfokus pada burung puyuh, Hardi menghadapi tantangan besar. Peternakan yang awalnya berada di Palgading harus dipindahkan ke Cangkringan setelah menerima keluhan dari warga tentang bau dan lalat. Namun, ini tidak menghentikannya. Ia berinovasi dan mulai mencari cara untuk mengatasi masalah tersebut.

Inovasi Mengatasi Keluhan Warga

Hardi menggunakan produk bernama nitrobaktir untuk mengurangi bau dan mengendalikan populasi lalat. Namun, ia merasa harga produk tersebut terlalu tinggi dan memutuskan untuk mengembangkan bakteri sendiri. Dengan mempelajari mikroba dan rekayasa genetika, ia berhasil menciptakan strain bakteri yang tidak hanya mengurangi bau tetapi juga meningkatkan imunitas burung puyuh.

Perkembangan dari 500 Ekor Menjadi 18.000 Ekor

Dari awalnya 500 ekor, populasi puyuh di peternakan Hardi terus berkembang. Dalam waktu singkat, ia berhasil meningkatkan jumlah burung puyuhnya hingga mencapai 18.000 ekor. Hal ini tidak lepas dari usaha kerasnya dalam menjaga kenyamanan dan kesehatan puyuh, serta strategi pemasaran yang tepat.

Pentingnya Kenyamanan bagi Puyuh

Hardi menekankan bahwa kenyamanan burung puyuh sangat penting untuk menghasilkan telur berkualitas. Ia memastikan bahwa lingkungan, pakan, dan kebersihan kandang selalu terjaga. Dengan perhatian yang tepat, Hardi mampu mencapai produktivitas telur yang sangat tinggi, bahkan bisa mencapai 100% dalam kondisi ideal.

Manajemen Pakan dan Kandang yang Efisien

Dalam mengelola pakan, Hardi memilih untuk tidak mencampur pakan yang berbeda, karena hal tersebut dapat mempengaruhi kualitas telur. Ia juga bekerja sama dengan peternak lain untuk membeli pakan dalam jumlah besar, sehingga biaya operasional dapat ditekan. Selain itu, Hardi sedang merintis pembangunan pabrik pakan mini untuk meningkatkan efisiensi produksi.

Pengolahan Limbah menjadi Pupuk Organik

Salah satu inovasi yang paling menarik adalah pengolahan limbah dari peternakan puyuh. Kotoran puyuh yang awalnya menjadi masalah, kini dapat diolah menjadi pupuk organik berkualitas tinggi. Ini tidak hanya mengurangi dampak negatif terhadap lingkungan, tetapi juga menambah pendapatan dari penjualan pupuk tersebut.

Menjawab Tantangan dan Keluhan

Setiap usaha pasti memiliki tantangan. Dalam perjalanan ini, Hardi juga menghadapi berbagai keluhan dari masyarakat sekitar. Namun, dengan ketekunan dan inovasi, ia berhasil mengubah tantangan tersebut menjadi peluang. Seiring berjalannya waktu, masyarakat mulai memahami dan menerima kehadiran peternakan puyuh di lingkungan mereka.

Pendidikan dan Pelatihan untuk Peternak Pemula

Hardi tidak hanya berfokus pada bisnisnya sendiri, tetapi juga ingin membantu peternak lain. Di Vigaza Farm, ia menyediakan pelatihan dan edukasi bagi mereka yang tertarik untuk memulai usaha ternak puyuh. Dengan berbagi pengetahuan, ia berharap dapat menciptakan komunitas peternak yang saling mendukung.

Mendukung Program Pemerintah untuk Mengatasi Stunting

Selain aspek bisnis, Hardi juga merasa bangga dapat berkontribusi pada program pemerintah untuk mengatasi masalah stunting di Indonesia. Telur puyuh yang kaya akan protein sangat bermanfaat bagi pertumbuhan anak-anak. Dengan memproduksi telur puyuh berkualitas, ia berkontribusi pada kesehatan generasi masa depan.

Kesimpulan: Dari IT ke Ternak Puyuh

Perjalanan Hardi dari seorang pebisnis IT menjadi peternak burung puyuh adalah contoh nyata bahwa dengan semangat dan inovasi, kita bisa menemukan jalan yang lebih baik. Dari 500 ekor hingga 18.000 ekor, ia telah membuktikan bahwa peternakan burung puyuh bukan hanya menguntungkan, tetapi juga memberikan dampak positif bagi masyarakat dan lingkungan.

Jika Anda juga tertarik untuk memulai usaha peternakan, khususnya burung puyuh, jangan ragu untuk belajar dan bergabung dalam komunitas yang ada. Siapa tahu, Anda bisa menjadi peternak sukses berikutnya seperti Hardi!

Jangan lupa untuk mengikuti Vigaza Farm di media sosial dan bergabung dalam pelatihan yang mereka tawarkan!